Tembang Padhang mBulan (Agustin T.A.)

Malam ini malam purnama
Seperti biasa, aku mendengar kakek bercerita
Di depan bilik rumahnya
yang beranyam bambu tua
Ia bercerita tentang suatu ketika

Padhang mbulan, berpuluh tahun silam
Saat anak-anak menyambut gembira
Diiringi lagu dolanan

“Yo prakanca dolanan ing njaba
Padhang mbulan, padange kaya rina
Rembulane angawe-ngawe
Ngelingake aja padha turu sore”

Kata kakek,
Saat itu tanah di desa
masih ijo royo-royo, gemah ripah, loh jinawi, kerta raharja
Bunyi gareng pong dan thongleret masih bergemerisik di balik rimbun bambu bergoyang
Gemericik bening sungai masih mengalir deras
Anak-anak berceloteh tentang bahagia
Terkadang main perang-perangan
sambil membayangkan menjadi pasukan perjuangan Indonesia
Bersenjatakan senapan dari pelepah pisang
Dengan pekik merdeka yang iringi kemenangan pasukan

Mata sayu kakek menerawang
menembus awan yang menutupi bulan purnama,

Kakek melanjutkan,
Waktu itu langgar-langgar masih belum banyak
dan tak semegah masjid sekarang
Namun penuh dengan jama’ah orang sholat
Meski hanya berpelita lampu minyak
dan beralas tikar pandan
Suara tadarus terdengar hingga larut malam

Ketika itu,
Tak mengenal hamburger dan pizza
Belum ada handphone apalagi facebook dan twitter
Tapi sepiring ketela rebus dan tembang padhang bulan
terasa istimewa

Saat larut mulai beranjak,
Kakek menghela nafas panjang

Padhang mbulan kini,
terasa sepi
Semua orang sibuk di depan hape dan tivi
Kadang tak peduli kanan kiri
Lagu dolanan pun tak terdengar lagi

Tanah jadi tandus
Masjid jadi suwung
Sungai semakin keruh

Mungkin orang-orang telah lupa,
Padhang bulan tak sekadar lagu dolanan
Tapi tembang kebersamaan
Tentang cita-cita, tentang cinta, tentang impian

Purnama tertutup kelabu,
Aku tertidur
Dan samar-samar kudengar Kakek mengakhiri ceritanya dengan nembang
“dak lela-lela legung
Cep menengan anakku sing bagus
Dak kudang bisa urip mulya
Dadiya pandeganing bangsa”

17 April 2012
di sebuah ruangan hibernasi
SMP IT Cahaya Insani Temanggung

Serpihan cerita rasa di spasi terakhir

Perjuangan belum berakhir!
Itu yang sering aku sampaikan kepada teman-teman ketika syuro-syuro bergembira. Dulu waktu masih ‘ngampus’. Tapi aku benar-benar mengalaminya. Benar-benar rasanya mau ‘istirahat’ tapi kuatir dipanggil-Nya dalam kedaan beristirahat.
Tidak keren!
Perjuangan mengerjakan skripsi yang ‘hanya’ 2 bulan (perhitungan mengerjakan efektif ^_^), nglembur samapi malam. Sempat izin tidak optimal di organisasi tapi tugasku beres kan? ^_^ (buat mas’ul-mas’ul yang baik, jazakumulloh), sakit semingggu karena sukses tepar (matur nuwun bapak,ibu yang sudah merawatku ^_^), Azkiers (keluarga Pesma Qolbun Salim Azkiya 2007-2008) dan keluarga ukhuwah base (keluarga ikhwah FBS Unnes) yang sering aku repotkan (loph u banget just coz Alloh ^_^), dosen keluar kota menjelang detik-detik akhir Maret. Akhirnya skripsi yang dimulai 11 Januari 2008 , tanggal 14 April 2008 bisa ujian, tanggal 15 April 2008 jam 11.00 revisi acc, jam 14.30 bayar wisuda, jam 15.00an daftar wisuda (jazakillah buat ‘Ainah cantik yang ikut wira-wiri ^_^). Bisa? Aku yakin itu nashrullah. Aku pede ketika berdoa, “Ya Allah engkau akan menolong penolong agama-Mu” (disarikan dari Qs Muhammad: 7), atau bisa jadi karena doa orang-orang yang tulus atau terdzalimi olehku (‘afwan y ikhwahfillah dan semua teman-temanku) apapun itu aku yakin satu hal, ini adalah skenario terbaik dari Alloh.
Belum sepekan diwisuda jadi pengacara (pengangguran yang banyak acara) dapat info lamaran kerja diterima. Padahal niat awalnya mengantar teman mendaftar. Alhamdulillah, jadi guru di Sekolah Alam Ar Ridho (one of my dream, be a teacher of nature school). Maka, “ni’mat tuhanmu manalagi yang akan kau dustakan”! (Qs Ar Rahman, surat favoritku)
Aku hanya bisa ucapkan ‘afwan banget atas segala khilaf dan jazakumulloh atas segala kebaikan ‘Hal jazaa ul ihsan
ilal ihsan’(Tidak ada balasan kebaikan, selain kebaikan) QS Ar Rohman juga ^^
Matur nuwun sanget buat semua sahabatku atas senyum, kebaikan, dan ukhuwah yang begitu luar biasa :)
Alhamdulillah, Alloh mempertemukanku dengan kalian ^_^

# buat sahabat-sahabat perjuanganku di Unnes, Gunungpati atau di manapun sekarang kalian berada. Siapapun kita, dimanapun kita. We are mujahid!

Raja Diri (Hawari)

Jagalah raja di dalam diri kita
Karena ia adalah harta
Jagalah raja di dalam diri kita
Karena ia sumber bahagia
Raja diri itulah hati kita
Ia senantiasa mesti dijaga
Tangan kaki dan mata itu tentaranya
Ia bekerja mengikut raja
Selamatnya raja selamat diri kita
Bahagia raja bahagianya kita
Deritanya raja derita kita jua
Peranan raja penting untuk kita

#buat sahabatku,
skenario cinta Alloh selalu yang terindah dan cinta yang di jalan dakwah adalah yang terbaik

Download lagunya ya ^^

« Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.